Tuesday, November 14, 2017

Waspada! Bahaya Resiko Kehamilan bagi Bunda

Kurangnya pengetahuan tentang bahaya kehamilan dapat menyebabkan ibu tidak dapat melakukan identifikasi terhadap tanda-tanda yang muncul sehingga tidak dapat melakukan antisipasi secara dini. Tanda bahaya kehamilan adalah tanda-tanda yang perlu diwaspadai selama kehamilan karena jika tidak terdeteksi dapat menyebabkan kematian.
Resiko kehamilan bagi Ibu
Untuk mencegah terjadinya bahaya pada kehamilan para petugas kesehatan terus menerus berupaya menyebarluaskan beberapa informasi kesehatan yang berkaitan langsung dengan upaya penurunan angka kematian ibu di Indonesia baik ibu hamil maupun ibu bersalin. Hal ini didukung dengan adanya  komitmen bersama  tentang tujuan Pembangunan Milenium (Milenium Development Goals/ MDGs ) pada tahun 2015, mengenai dua  sasaran dan indikator yang secara khusus terkait dengan kesehatan ibu dan anak yaitu mengurangi angka kematian ibu dan bayi.
Berikut tanda bahaya saat kehamilan:

  1. Perdarahan vagina pada awal kehamilan, perdarahan yang banyak, merah dan disertai nyeri.
  2. Ibu tidak mau makan dan muntah. Pada masa kehamilan, kebutuhan nutrisi meningkat. bila kebutuhan nutrisi tidak terpenuhi, ibu akan mengalami kekurangan gizi dan pertumbuhan janin terhambat. Ibu hamil yang muntah terus-menerus dapat mengakibatkan syok dan dehidrasi.
  3. Kurang darah (anemia). Anemia merupakan penyebab utama kematian pada ibu hamil karena pada saat melahirkan dapat mengalami perdarahan dan dapat mengalami syok.
  4. Sakit kepala hebat yang menetap dan tidak hilang saat istirahat
  5. Berat badan ibu hamil tidak bertambah. Penambahan berat badan pada ibu hamil menunjukkan perkembangan janin. kenaikan berat badan pada ibu hamil minimal 6 kg.
  6. Bengkak pada tangan/wajah, pusing dan kejang. Ini merupakan tanda preeklamsi yaitu meningkatnya tekanan darah pada saat hamil
  7. Gerakan janin berkurang atau tidak ada. Gerakan janin dirasakan oleh ibu 3 kali dalam periode 3 jam. Mulai kehamilan 5 bulan sebaiknya ibu rajin mengontrol gerakan janin.
  8. Penyakit ibu yang mempengaruhi kehamilan. Ibu hamil dengan sakit jantung berisiko melahirkan anak dengan berat lahir rendah, malaria dapat menyebabkan anemia pada ibu hamil, ibu hamil dengan kencing manis berisiko mengganggu fungsi metabolisme janin dan melahirkan bayi yang besar yang membutuhkan perawatan intensif
  9. Ketuban pecah dini (KPD). Mempermudah terjadinya infeksi pada kandungan sehingga dapat membahayakan ibu
  10. Demam tinggi. dapat disebabkan karena infeksi atau penyakit lain yang dapat menyebabkan persalinan prematur.

No comments:

Post a Comment